5 Titik Human Error di Klinik yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Infografis human error di klinik yang menampilkan 5 kesalahan operasional paling sering terjadi seperti kesalahan input data pasien, antrean pasien, rekam medis, bridging BPJS dan SATUSEHAT, serta stok farmasi dengan solusi sistem klinik terintegrasi.

Human error di klinik masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan operasional pelayanan kesehatan. Kesalahan sederhana seperti salah input NIK, data rekam medis yang tidak lengkap, atau kegagalan bridging BPJS sering memicu antrean panjang. Selain itu, kondisi ini dapat menimbulkan komplain pasien dan menghambat proses klaim.

Berdasarkan pengalaman tim SistemKesehatan.id, sebagian besar kendala operasional muncul dari proses manual yang petugas klinik lakukan setiap hari. Proses yang berulang tersebut meningkatkan risiko kesalahan input data.

Masalah ini semakin sering terjadi saat jumlah pasien meningkat. Pada saat yang sama, staf harus menginput data ke beberapa sistem yang berbeda.

Kabar baiknya, sebagian besar human error dapat dicegah melalui standarisasi proses kerja, validasi otomatis, serta penggunaan sistem informasi klinik yang terintegrasi. Berikut lima jenis human error yang paling sering terjadi di klinik dan cara menguranginya.

Pentingnya Rekam Medis Elektronik dalam Mengurangi Human Error

Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) pada fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan sistem yang terintegrasi, klinik dapat mengurangi proses pencatatan manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi maupun kesalahan input data.

Selain itu, sistem digital juga membantu meningkatkan akurasi, keterlacakan, dan konsistensi informasi pasien.

Peran ISO 27001 dalam Mengurangi Risiko Human Error

Selain menerapkan teknologi, fasilitas kesehatan juga perlu memiliki tata kelola keamanan informasi yang baik. Salah satu standar yang banyak digunakan adalah ISO 27001.

Standar ini membantu organisasi mengelola risiko keamanan informasi melalui pengendalian akses, pencatatan aktivitas pengguna, pelatihan keamanan, serta prosedur penanganan insiden. Dengan demikian, fasilitas kesehatan dapat mengurangi risiko human error yang berdampak pada keamanan data pasien.

Mengapa Human Error Masih Menjadi Tantangan di Fasilitas Kesehatan?

Human error masih menjadi salah satu penyebab utama kesalahan administrasi dan pengelolaan data kesehatan. Kesalahan input data pasien, pencatatan rekam medis, hingga proses administrasi yang dilakukan secara manual dapat meningkatkan risiko ketidaksesuaian informasi.

Oleh karena itu, banyak fasilitas kesehatan mulai mengadopsi sistem digital untuk membantu mengurangi risiko kesalahan yang disebabkan oleh proses manual dan meningkatkan konsistensi pengelolaan data.

Dampak Human Error terhadap Pelayanan Pasien

Kesalahan operasional di klinik tidak hanya memengaruhi petugas, tetapi juga berdampak langsung pada pengalaman pasien. Data yang tidak akurat dapat menyebabkan keterlambatan pelayanan, kesalahan pemberian tindakan, hingga hambatan dalam proses administrasi BPJS maupun SATUSEHAT.

Dalam kondisi tertentu, kesalahan pencatatan rekam medis juga dapat menyulitkan tenaga kesehatan saat melakukan evaluasi riwayat penyakit pasien. Oleh karena itu, setiap fasilitas kesehatan perlu memiliki sistem yang mampu meminimalkan risiko kesalahan sejak proses pendaftaran hingga pelayanan selesai.

Selain berdampak pada pasien, kesalahan administrasi juga dapat meningkatkan beban kerja staf karena harus melakukan koreksi data secara berulang. Akibatnya produktivitas menurun dan antrean pelayanan menjadi lebih panjang.

Human Error dan Risiko Pelanggaran Data Pasien

Selain memengaruhi operasional klinik, human error juga dapat meningkatkan risiko kebocoran data pasien. Misalnya, petugas dapat salah mengirim dokumen, memberikan akses kepada pihak yang tidak berwenang, atau melakukan kesalahan saat mengelola data pasien.

Oleh karena itu, fasilitas kesehatan perlu menerapkan prosedur pengelolaan data yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Untuk mengurangi risiko kesalahan pencatatan data, klinik dapat memanfaatkan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan integrasi SATUSEHAT yang terstandarisasi. :
Panduan Integrasi SATUSEHAT
Kewajiban RME Klinik

Checklist Mengurangi Human Error di Klinik

  • Gunakan sistem rekam medis elektronik.
  • Terapkan hak akses pengguna sesuai tugas.
  • Lakukan pelatihan rutin bagi staf.
  • Terapkan prosedur verifikasi data pasien.
  • Lakukan audit data secara berkala.
  • Gunakan backup data otomatis.
  • Dokumentasikan setiap perubahan data.
  • Terapkan kebijakan keamanan informasi yang jelas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *